Banten

Bukan Main! Ini Daftar 10 Pejabat Eselon 2 Paling Tajir di Gresik, Siapa Juaranya?

Abdurahman | 1 Juni 2026, 23:55 WIB
Bukan Main! Ini Daftar 10 Pejabat Eselon 2 Paling Tajir di Gresik, Siapa Juaranya?
Kantor Pemda Kab. Gresik (dok Ist)

AKURAT BANTEN — Isu transparansi harta kekayaan para petinggi birokrasi selalu berhasil memicu rasa penasaran publik.

Di balik meja dinas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, ternyata tersimpan deretan portofolio kekayaan fantastis yang menembus angka miliaran hingga puluhan miliar rupiah!

Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) resmi yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mayoritas kekayaan para elite eselon 2 di Kota Pudak ini terkunci rapat dalam bentuk "gurita aset" properti strategis.

Transparansi LHKPN bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan sebuah jendela bagi publik untuk melihat bagaimana para abdi negara mengelola amanah. Ketika aset properti para pejabat melesat di kota industri, di situlah dinamika ekonomi regional sedang bercerita.

Lantas, siapakah yang berhasil menduduki mahkota sebagai pejabat paling tajir di lingkungan Pemkab Gresik?

Mari kita bedah satu per satu peta kekayaan mereka, dihitung mundur dari peringkat ke-10 hingga sang juara bertahan!

Baca Juga: Tensi Mulai Tinggi! Respons Gerakan Blusukan Jokowi, Petinggi PDIP Malah Ungkit Soal Ijazah

10. Nuri Mardiana (Asisten Administrasi Umum) — Rp2,57 Miliar

Nuri Mardiana menutup daftar 10 besar dengan total aset Rp2.578.826.543. Memiliki 3 bidang tanah di Gresik dan Blitar senilai Rp1,27 miliar, Nuri justru memegang rekor likuiditas tertinggi di kelasnya dengan kepemilikan kas atau uang tunai cair di bank mencapai Rp786,5 juta.

9. Andhy Hendro Wijaya (Kepala BPPKAD) — Rp2,68 Miliar

Sang penjaga keuangan daerah ini melaporkan harta kekayaan bersih sebesar Rp2.683.581.404. Portofolio asetnya didominasi 2 bidang tanah di Mojokerto dan Gresik senilai Rp2,7 miliar. Menariknya, ia juga mengoleksi 6 unit kendaraan bermotor, termasuk Toyota Yaris dan Vespa Primavera.

8. Titik Ernawati (Kepala Dinas KBPPPA) — Rp3,15 Miliar

Titik Ernawati menjadi pejabat dengan jumlah kuantitas properti terbanyak dalam daftar ini. Ia tercatat menguasai 10 aset tanah dan bangunan di wilayah Gresik dengan total nilai Rp3,11 miliar, serta harta bergerak lainnya senilai Rp600 juta.

Baca Juga: Toko Plastik di Kalideres Jadi Kedok Peredaran Obat Keras Ilegal, Polisi Amankan Pria 26 Tahun

7. Nanang Setiawan (Kepala Bakesbangpol) — Rp3,42 Miliar

Kepala Bakesbangpol Gresik, Nanang Setiawan, mencatatkan kekayaan bersih Rp3.426.000.000. Ia memiliki 6 bidang tanah dan bangunan. Menariknya, aset properti Nanang tidak hanya di lokal, melainkan sudah merambah ke kawasan elit Kota Bandung, Jawa Barat.

6. Sri Subaidah (Kepala Dinas Lingkungan Hidup) — Rp3,50 Miliar

Sri Subaidah melaporkan total kekayaan senilai Rp3.505.488.793. Kekayaannya bertumpu pada investasi jangka panjang berupa 6 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah segitiga emas: Gresik, Surabaya, dan Lamongan.

5. Achmad Hadi (Inspektur Daerah) — Rp4,91 Miliar

Bertindak sebagai "benteng pengawas" internal Pemkab, Inspektur Daerah Achmad Hadi mengantongi kekayaan Rp4.914.698.560. Aset propertinya tersebar di wilayah Gresik dan Malang senilai Rp3,84 miliar. Di sisi lain, ia juga memiliki hobi otomotif dengan kepemilikan Honda CR-V dan Toyota Yaris senilai Rp600 juta.

4. Agustin Halomoan Sinaga (Kepala Satpol PP) — Rp6,41 Miliar

Komandan penegak hukum daerah Kabupaten Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, kokoh di posisi keempat dengan kekayaan bersih Rp6.413.000.000. Sinaga tercatat memiliki portofolio properti yang cukup gemuk, yakni 9 bidang tanah dan bangunan yang seluruhnya terpusat di Kabupaten Gresik.

Baca Juga: Mantan Artis Terjerat Sindikat Penipuan Internasional, Polisi Ungkap Kerugian Capai Rp41 Miliar

3. Abu Hassan (Kepala Dinas PMD) — Rp9,68 Miliar

Mendekati angka dua digit, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik, Abu Hassan, melaporkan total harta Rp9.680.584.407. Sebagian besar kekayaannya berwujud tanah dan bangunan, di mana ia menguasai 6 bidang properti di wilayah Gresik senilai Rp9,09 miliar.

2. dr. Mukhibatul Khusnah (Kepala Dinas Kesehatan) — Rp10,19 Miliar

Posisi runner-up alias orang nomor dua terkaya di jajaran eselon 2 Gresik ditempati oleh srikandi birokrasi, dr. Mukhibatul Khusnah. Total kekayaannya menembus angka fantastis Rp10.196.224.342. Ia memiliki 6 bidang tanah dan bangunan di Gresik senilai Rp9,09 miliar, dengan aset primadona berupa properti seluas 185/185 meter persegi senilai Rp3,52 miliar.

Baca Juga: Makam Pria Boyolali Dibongkar Polisi Usai Kematian Misterius Diduga Terkait Sate Kiriman

JUARA 1: Mokhammad Najikh (Sekretaris DPRD Gresik) — Rp20,08 Miliar

Inilah juaranya! Posisi puncak sebagai "Pejabat Eselon 2 Paling Tajir" di Kabupaten Gresik dipegang erat oleh Sekretaris DPRD, Mokhammad Najikh. Total kekayaan bersihnya luar biasa, menyentuh angka Rp20.084.157.289!

Investasi properti menjadi mesin utama pelonjak kekayaan sang Sekwan. Najikh tercatat memiliki 7 bidang tanah dan bangunan mewah yang tersebar di wilayah strategis Kabupaten Gresik dengan akumulasi nilai mencapai Rp18,95 miliar. Salah satu aset terbesarnya adalah tanah dan bangunan seluas 336 meter persegi / 700 meter persegi yang nilai pasarnya mandiri ditaksir mencapai Rp5,5 miliar.

Baca Juga: Diduga Dikeroyok Puluhan Anggota Ormas, Pria di Medan Alami Luka Parah dan Ditemukan di Depan Rumah Sakit

Mengapa Aset Pejabat Gresik Didominasi Properti?

Bukan rahasia lagi jika Kabupaten Gresik merupakan salah satu episentrum industri terbesar di Jawa Timur.

Lonjakan masif proyek infrastruktur, berdirinya kawasan industri berskala internasional (JIIPE), hingga ekspansi pemukiman membuat nilai capital gain (kenaikan harga tanah) di wilayah ini meleat tajam setiap tahunnya.

Akibatnya, para pejabat yang menginvestasikan dana mereka dalam bentuk properti sejak bertahun-tahun lalu otomatis menikmati peningkatan nilai kekayaan (omset organik) yang berlipat ganda tanpa harus melakukan manuver bisnis yang berisiko.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman